Akulah Arjuna, Akulah Power Ranger
Ditulis pada tanggal 09 Desember 2008
Beberapa minggu yang lalu sempat disinggung di salah satu milis tentang pertanyaan klasik yang nampaknya cukup menjadi momok terutama ketika ditanyakan dalam wawancara kerja. Pertanyaannya adalah "Apa kelemahanmu?"
Saya rasa hampir setiap orang akan sangat susah menjawab pertanyaan itu secara obyektif, tentu saja dari sudut pandang individu masing-masing. Menurut pandangan saya — setelah selama ini mengamati beberapa orang — pertanyaan yang sebaliknya juga susah dijawab.
Karakter, hasrat, kemampuan, dan juga keterbatasan adalah komponen-komponen yang melekat yang dalam diri setiap orang yang kemudian menggambarkan pribadi tersebut secara utuh, terutama dari sudut pandang orang lain. Kepercayaan diri kerap kali membutakan mata ketika pribadi yang bersangkutan berusaha untuk mengenali dirinya sendiri. Hampir semua orang akan menilai dirinya terlalu tinggi (PD) atau terlalu rendah (minder). Sedikit sekali di antara teman-teman saya yang termasuk di dalam golongan percaya diri. Hampir semuanya punya kecenderungan minder.
Ayah saya malah lebih polos lagi. Beliau menuliskan pemikirannya dalam sebuah gambar. Secara sederhana, isi gambarnya dalah seseorang tanpa wajah yang berdiri di depan dinding yang penuh topeng. Judul gambar itu adalah "Tanpa topeng aku tak berwajah" Beliau merasa bahwa sejatinya beliau tidak beridentitas. Identitas itu akan didapat ketika mengenakan topeng sebagai "pekerja," sebagai "seorang bapak," dan seterusnya mengikuti karakter-karakter masing-masing topeng yang dipakai di berbagai situasi.
Apakah pertanyaan "Apa kelemahanmu?" pantas dijawab "Aku tak mengenali diriku?" Ah... Rasanya itu jawaban pelarian. Toh seiring dengan pertambahan umur, banyak hal yang kita lalui. Semua kejadian senantiasa berkontribusi atas perubahan yang terjadi pada kita. Seperti yang dicontohkan oleh ayah saya, toh kita takkan pernah benar-benar selalu mengenal diri kita. Hanya topeng kitalah yang kita kenal.
Mungkin itulah diri kita. Makhluk yang selalu berubah, yang secara berkala dan rutin harus selalu melakukan instrospeksi diri agar makin pandai menjalankan peran sesuai dengan topeng yang sedang kita kenakan.
Timpalan tulisan
Timpali tulisan
- Colongan Berita (rss feed)
- Debian Admin
- Detikcom
- Distro Watch
- OS News
- SlashDot Linux
- Viva News
- Para Tetangga
- Akhmad Suaidi
- Anton Yulianto
- Arinet
- Asfihani
- Budi Wijaya
- Cahyo Darujati
- Dani Wafaul Falah
- David Suhendrik
- Eszy Filiani Poespo
- Galih Satriaji
- Henning TC
- Impianti WU
- KLAS
- Kiki Ahmadi
- M. Yuqi
- Menik
- Nanin Wailisahalong
- Noor Al Azam
- Nur Aini
- Paejo
- Sari Rachmatika
- Satpam Bobo