Selamat Datang, Nak!

Ditulis pada tanggal 01 April 2009

lagi melek Sejak Jum'at sore, perut ibunya sudah kesakitan. Sejak Jum'at sore, tidur ibunya terbangun setiap 15 menit sekali. Sejak Jum'at sore, untuk bicara saja ibunya sudah susah setengah mati. Sabtu malam setelah kontraksinya makin kencang, berangkatlah kami ke RSI. Sambil menahan sakit yang luar biasa, ibunya bicara pendek-pendek, hanya satu atau dua kata.

Keesokan harinya, setelah bukaan 3, tak bisa lagi digambarkan sakitnya gimana. Berkali-kali dia minta maaf kalau punya salah, kalau ada kekurangan, njagani kalo ternyata itu adalah rasa sakit terakhir yang bisa dia rasakan. Apa yang bisa kulakukan? Hanya menggenggam tangannya, menyeka keringat yang bercucuran keluar, menyuapkan makanannya, mencium keningnya, sambil berdoa semoga semua berjalan lancar hingga perawat menyuruhku keluar, digantikan oleh ibunya (mertuaku) yang ketika itu juga ikut menunggu di luar.

Minggu, 29 Maret 2009 14:25 GMT +7 si kecil keluar. Perempuan, sehat, terlahir dengan cara normal, 3.12Kg, 48cm. Alhamdulillah. Ibunya juga selamat, sehat-sehat saja. Alhamdulillah. Dengan senyum kecil dan ekspresi wajah kelelahan dia berkata: "Mas, *diam sejenak* luweee."

bocahe angop Dia telah menanggung beban luar biasa. Dimulai sejak akhir Juli hingga kelahiran puterinya, terlebih pada saat-saat akhir menjelang kelahirannya. Setelah ini dia masih harus menyusui, dan membesarkannya. Bagiku, itu adalah pengorbanan yang LUAR BIASA. Aku yakin bahwa aku takkan sanggup menjalaninya. Setelah selama ini aku mengerti dan memahami, ternyata baru kali ini aku benar-benar tersadar akan besarnya pengorbanan seorang ibu. Hanya orang bodoh, tolol, idiot, dan iDunnoWhat yang menganggap bahwa wanita adalah makhluk yang lemah. Mereka adalah makhluk terkuat yang pernah diciptakan di muka bumi. Maafkan aku Ibu, bila selama ini ananda sering sekali membuat Ibu sakit hati, marah, jengkel, dan sebagainya. Mohon maafkan aku juga karena baru kali ini aku menyadari betapa besarnya pengorbananmu untukku.

Selamat datang ke dunia, Anakku. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlingungan-Nya kepadamu, dan memberi kekuatan pada kedua orang tuamu agar bisa mengawal, membesarkan, dan mendidikmu sehingga engkau bisa memberikan rasa menggenapkan pada setiap kehadiranmu, dan keganjilan ketika kau pergi.

 

 

Timpalan tulisan

menik - 26 May 2009

selamat pak sokam dan ibu wawa...
Kapan nih,anisa punya adhik?

 

cah [wisra] mb3ling - 7 May 2009

Selamat, smoga menambah kehangatan rumah.
Adek jangan ikut2 bpknya ya! Klo aq mampir ke rumah bikinin aku kopi ya...kangen kopimu kam!

 

***** - 5 May 2009

hehe kayak bapaknya....

 

pitri - 30 Apr 2009

terharu... ikut mendoakan semoga anisa manis dilimpahi hidup yg ceria dan sehat, jadi anak yg solihah ya dek...

 

Eszy Filiani Nurul - 20 Apr 2009

eh, ini tulisan kamu kok serius siy?
hihihihihihi

 

Eszy Filiani Nurul - 20 Apr 2009

wah..!

 

gatra - 17 Apr 2009

akhirnya jadi bapak juga,,,,selamat mas yaaa.....

 

KM - 8 Apr 2009

Ho oh peh :D

 

alifah - 8 Apr 2009

hiks...hiks...terharu aku...
aku duwe ponakan kam...hiks..hiks...
aku duwe ponakan....

 

Dhoto - 6 Apr 2009

adek,... ntar main ama mbak Aul ya,...

jangan main ama papa sokam,... bahaya,...

 

Wiwiek Suleman - 3 Apr 2009

Selamat ya Kamas, muga-muga Allah swt tansah maringi Rahmat.

 

KM - 1 Apr 2009

jare anakku: iya kk he..he..he..

 

Mbake Ciscowati - 1 Apr 2009

Hehehe, gampang lah, tar cari cowok yang kleleran di deket rumah... Asal jangan minta ponakan aja ya dek :D

 

KM - 1 Apr 2009

Lho... kok ngarani ciscowati kabeh ki? wekekekeke... KK, ntar kalo kk pulang aku minta dikenalin sama cowoknya kk :P

 

Mbake Ciscowati - 1 Apr 2009

Huhuhuuuu aku terharu papaaah...
Halu adeek, mbak belum bisa pulang nih, ntar kalo mbak pulang adek minta apa nih?

 

iin - 1 Apr 2009

welcome to the world, Ciscowati :D !

 

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P