Pelajaran Untuk Kita

Ditulis pada tanggal 17 Juli 2009

Minggu ini ada siswa baru SMU Negeri 16 Surabaya yang meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan MOS selama beberapa hari. Liputan 6 menuliskan bahwa ada dugaan bahwa Roy stres akibat banyaknya kegiatan yang dilakukan panitia. Sementara itu Jawa Pos menuliskan bahwa menurut pemeriksaan medis, ditengarai bahwa Roy meninggal akibat depresi yang sangat berat. Tandanya adalah warna pankreas yang kemerah-merahan. Saya dan keluarga menyampaikan bela sungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya Roy Aditia Perkasa.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Kegiatan MOS memang tidak sepantasnya menjadi kambing hitam. Selama bertahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut juga telah dilakukan. Selama ini pun tidak ditemui ada yang meninggal dunia karena MOS. Tapi itu tidak berarti bahwa saya menyatakan bahwa MOS sama sekali tidak perlu dipersalahkan. Secara pribadi, sebenarnya saya cukup tersinggung atas adanya MOS. Bukan kegiatannya, tapi embel-embel sebelumnya. Terserahlah apakah ada kawan saya yang ingat atau tidak, tapi saya masih ingat omongan bahwa setelah selesai mengikuti MOS akan dapat sertifikat yang kemudian sertifikat itu akan digunakan sebagai syarat kelulusan. Sayangnya, hingga detik ini saya belum pernah melihat sertifikat itu, apalagi memilikinya :)

Pengenalan sekolah dan seluruh lingkungannya melalui kegiatan MOS memang diperlukan. Seperti halnya acara serupa yang lain, kalau kita jeli, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan itu. Namun apa daya, saya dulu termasuk orang yang tidak jeli, sehingga manfaatnya baru terasa bertahun-tahun sesudahnya. Di mana yang salah? Kecerdasan saya yang kurang, atau format acara yang kurang mengena? Biarlah itu jadi pemikiran para pemikir.

Yang jelas, apa pun acaranya, tampaknya kita harus senantiasa menghindari stres, depresi, atau apa pun lah namanya. Dalam menggelar acara apa pun, tampaknya kita harus lebih jeli melihat hal-hal yang selama ini sering dilupakan seperti catatan kesehatan. Kalau sudah jadi begini, benar atau salah, suka tidak suka, MOS tetap akan menjadi kambing hitam. Prosentase bahwa hanya ada 1 korban di luar 9.999.999 orang yang baik-baik saja tampaknya sementara ini tidak bisa menjadi kalimat pamungkas. Perlu diingat bahwa hingga hari ini, porsi "hati" masih jauh lebih dilihat oleh masyarakat kita.

Semoga semua ini bisa menjadi pelajaran untuk kita, bukan sekedar wacana.

 

 

Timpalan tulisan

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P