Aku Ini Tukang.... (isilah dengan singkat)

Ditulis pada tanggal 29 Agustus 2010

Sewaktu aku dulu masih kerja di ITS, aku masih bisa dengan gampang dan bangganya mengucap "aku ini tukang jaringan." Masa-masa itu adalah masa-masa yang cukup indah, masa-masa tingginya kebebasanku untuk berekspresi teknis, terutama kebebasan untuk berkata "emoh". Tapi seperti biasa, waktu berlalu, kejadian demi kejadian silih berganti, yang akhirnya rasanya kini sudah tidak sebebas dulu lagi untuk berucap "aku ini tukang jaringan."

Kerjaku sekarang kalo ditinjau dari sisi egois teknis memang tidak seindah dulu. Sekarang serasa kerja di toserba teknologi informasi. Mau nggarap jaringan ya ayo, mbantu ngarang & berimajinasi ayo, bikin aplikasi ya ayo, implementasi program ini itu juga ayo. Yang dipikir di kepala sekarang bisa ada barang-barang indah kayak enterprise class router, firewall, switch aneka rasa, appliance aneka warna, lengkap hingga urusan yang bikin sakit perut semacam php framework, mysql, dll. Dari gado-gado itu, ada 1 hal yang jadi menarik buat saya—yang saya anggap sebagai rejeki—yaitu hal-hal yang berhubungan dengan "dummy proof."

Di salah satu lokasi kerja sekarang aku nggarap beberapa proyek di urusan pengembangan jaringan dan aplikasi. Di samping kendala teknis yang muncul, persoalan terbesar buat saya sekarang adalah bagaimana saya bisa menyampaikan 2 hal yaitu:

  1. Bagaimana caraku menyampaikan kerjaanku ke konsumen;
  2. Bagaimana konsumen bisa melakukannya dengan mudah
Ilmuku memang ndak tinggi. Yang ada di kepalaku standar-standar saja. Tapi ternyata bercerita tentang bagaimana proses routing terjadi ketika pulau A bergabung ke kepulauan Z bukanlah hal yang mudah, terutama karena aku harus cerita ke orang yang belum lama main-main jaringan, dan memang topologinya yang sudah terpaksa jadi agak ruwet karena adanya redundansi L2 & L3, proses OSPF & BGP, juga urusan "policy sumber anggaran."

Di sisi yang berbau aplikasi, ada sebuah web yang pada saat-saat tertentu servernya bisa mbrangkang ndak karuan, ndak kuat ngelayani request user. Setelah pertimbangan ini itu akhirnya untuk sementara waktu kuputuskan untuk bikin duplikat server web (kalau memang perlu). Yang sebenarnya lebih penting adalah memperbanyak jumlah server database dan membagi proses read ke server-server itu, karena selama ini tampaknya memang proses sqlnya yang bener-bener berat. Proses singkronisasi datanya pakai replikasi sederhana saja. Dari situ setidaknya aku harus cerita tentang proses load balancing aplikasi, proses replikasi data, dan mengatur supaya aplikasinya bisa menyebar pembacaan ke semua server itu.

Proses bercerita bagiku adalah hal yang penting karena aku sangat berharap bahwa setidaknya tahun 2011 mereka bisa melakukan semuanya sendiri, in-house, tanpa perlu panggil konsultan. Orang-orangnya udah ada, tinggal poles sini poles sana aja. Mereka sendiri punya PR yang ndak kalah besar: Belajar, belajar, belajar, dan belajar. Agar mereka bisa belajar dengan enak, aku juga harus bercerita dengan enak. Harus detil tapi jangan sampai bikin kepala mereka penuh. Harus sederhana, walau sebenarnya urusannya kompleks. Pendek kata, cerita dan implementasiku harus cerdas tapi bersifat dummy-proof. Sebisa mungkin haruslah just works!

Perpotongan masalah-masalah itu buatku menarik. Aku tertuntut untuk bisa berpikir lebih global tentang segala hal. Aku ndak boleh lagi dengan serta merta memandang apa pun seperti yang kumau, seperti yang dulu biasa kulakukan :D Nah sekarang sebenarnya tukang apakah aku? Tukang jaringan? Tukang program? Tukang cerita? Tukang ketik laporan? Atau apa?

Jo, bojo... Aku kangen jo... Rebo aku mulih jo...

 

 

Timpalan tulisan

kikiahmadi - 20 Oct 2010

tukang opo mandor sampeyan iki

 

KM - 12 Oct 2010

Dobol kabeh... tapi yah, muwah muwah deh :P

 

galihsatria - 7 Oct 2010

*sungkem juga ama mahaguru*

Buat beberapa orang, konsep routing sebenarnya sangat sederhana mas, kalau mau masuk rumah orang lewat pintu mana, kalo nggak dilempar ke mana, dst, tapi kan tidak semua orang secerdas Mas Kamas Muhammad dalam perihal jaringan? ;)

Berharap sebuah instansi "itu" melakukan operasi harian secara inhouse rasanya sangat naif dan idealis deh *as usually you are*, karena motivasinya kan tidak hanya seserhana itu. Ah, sebenarnya you know much much better than I am lah...

*salam mahaguru, sungkem lagi*

 

Budiwijaya - 30 Sep 2010

Awakmu iku patute dijenengi tukang superman. Alias jago sak kabeneh.

*Sungkem sama mahaguru*
*muah muah* :D

 

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P