Facebook Based Relationship

Ditulis pada tanggal 19 Juni 2011

Saya memandang facebook atau situs-situs jejaring yang lain murni sebagai alat. Tentu saja, para punggawanya membawa misi kemudahan berkomunikasi dengan orang, dalam batas-batas privasi yang bisa diatur sendiri, disesuaikan dengan selera pemilik account masing-masing. Sebelumnya terus terang saja tak pernah terpikirkan bahwa facebook bisa mengendalikan kehidupan seseorang dan begitu dalam mempengaruhi kehidupan nyatanya, terutama dalam hal cintahhh!

Banyak memang kasus-kasus tragis seperti anak kecil mati tenggelam, mati ketabrak gara-gara ibunya sibuk dengan facebook. Banyak pula kasus penculikan anak gara-gara facebook. Ada pula berita bahagia tentang bagaimana dua orang ketemu di facebook yang akhirnya memutuskan untuk menikah, sejenis dengan apa yang dialami oleh beberapa kawan saya yang ketemu di IRC dan kemudian memutuskan untuk menikah.

Nah cerita yang ini buat saya agak beda. Beberapa hari ini saya ada di jakarta dan kemudian sempat ketemu dengan kawan lama. Dia bekerja bekerja di perusahaan swasta yang cukup besar, ngurusi hal-hal yang berbau IT. Ketika kami ketemu kami sempet ngobrol cukup lama, walau sebenernya lebih tepat kalo dituliskan bahwa saya jadi pendengar setia sih hehehe.

Alkisah sekitar dua tahun yang lalu dia masuk ke perusahaan itu. Di hari pertama bekerja tampaklah di matanya seorang wanita yang sangat cantik (menurut temanku, tentunya), yang membuatnya mengenal cinta pada pandangan pertama. Sedikif basa-basi, kenalanlah dia dengan cewek manis sparkling itu. Hubungan mereka secara kasat mata biasa saja, ga ada yang istimewa. Sialnya, temanku itu minta nomor telepon ga dikasih, add friend di facebook pun ga ditanggepin. Alhasil, dengan setengah kecewa, semua menjalani hidup seperti biasa. Mereka tidak lantas saling cuek, ya, biasa saja lah. Kalo ketemu ya nyapa, dan seterusnya.

Seiring dengan berjalannya waktu (hampir dua tahun), tiba-tiba ada add friend request dari si cewek ke facebooknya si cowok. Pucuk dicinta ulam tiba. Dengan perasaan yang datar saja dia terimalah si cewek memasuki dunia facebooknya. Dengan penuh percaya diri, si cowok hanya berpikir: "owh, nge-add toh".

Menurut cerita temanku, sejak saat itu kebekuan mereka mencair. Si cewek jadi lebih terbuka untuk ngomongin banyak hal, termasuk untuk urusan asmara yang (sebenarnya) sudah sejak lama dia impikan. Sejak itu mereka jadi agak sering keluar bareng, makan bareng, dan yah, bayangin sendirilah. Konon kini mereka sedang ada pada tahap "penjajakan", sudah bukan lagi pada masa "pendekatan". Aku tak tau apa artinya itu, yang jelas buat mereka sih kayaknya perkembangannya cukup bagus (walau tentu ada saja masalah kecil ini itu dan anu-anu). Temanku itu pun entah gimana jelasnya sudah diperkenalkan dengan ibunya si cewek. Waktu tetap berjalan. Segala hal bisa terjadi, dan semoga saja bukan hanya perkawinan, semoga mereka bisa bersama sampai salah satu nanti mati.

Cukup sampai di situ tentang cerita temanku. Yang aku ndak paham: kenapa harus diawali facebook? Mereka ketemu hampir setiap hari di dunia nyata, berinteraksi kerja, tapi interakasi lebih jauh baru setelah ada facebook terlibat di dalamnya. Kasus yang ini tentu amat jauh berbeda dengan kasus IRC yang tadi sempet saya sebut. Mereka memang ketemu awal di IRC, dan kemudian memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan atau tanpa ada lagi IRC. Yang ini beda. Seolah-olah (atau memang ya?) kelanjutan ceritanya hanya boleh diteruskan setelah ada facebook yang bermain di dalamnya, dan menjadi kunci kelanjutan hubungan mereka. Mereka ketemu di alam nyata! Alam di mana segala sesuatunya dapat terlihat lebih jelas daripada alam facebook. Mereka sekantor lho, sekantor!

Saya nggak nyalahkan mereka. Sedikit pun tidak. Saya hanya penasaran, apa memang sudah begitu berartinya keberadaan facebook untuk mereka, sehingga eksistensinya mengalahkan hubungan alam nyata? Ini cerita baru buat saya. Mungkin saja entah di mana, kejadian semacam ini juga terjadi.

Jadi bagaimana dengan anda? Adakah facebook telah masuk jauh dalam kehidupan anda? Sekali lagi saya tidak menyalahkan. Saya cuma penasaran (dan terheran-heran) karena dulunya saya sama sekali tidak mengira bahwa hal semacam ini bisa terjadi pada orang-orang di level mereka. Maaf saja kalau cara saya menuliskan jadi berkesan bahwa saya menyalahkan. Maksud saya bukan itu sobat :)

 

 

Timpalan tulisan

Computer and Technology - 17 Jan 2012

Masih main facebook tapi kan mas?

Gimana kabar mas?

<a href="http://computerandtechnology.com/">Computer and Technology</a>

 

arai - 8 Aug 2011

itu yang aq nda tau apa asiknya facebook & twitter

 

budiwijaya - 16 Jul 2011

Facebook? Sering lupa login untuk nengok statusmu kam..

 

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P