Buah Keisengan

Ditulis pada tanggal 17 Januari 2012

Untuk alasan yang cukup konyol (keisengan), beberapa bulan yang lalu aku install zimbra dalam tiga server yang terpisah. Ngikut panduan multi server install yang didapat dari zimbra, satu dipakai untuk Directory Service, kemudian satu dipakai untuk Mail Storage (yang isinya ternyata nggak cuma penyimpenan email), dan satu lagi dipakai untuk MTA (termasuk pop dan imap proxy). Setengah judi, karena memang ada beberapa perangkat seksi di tempat temanku itu, aku pasanglah dua server (dir dan store) dalam bentuk virtual (KVM), kecuali yang MTA karena memang RAMnya yang ada tidak sebesar yang kuharapkan.

Selama beberapa bulan, sistem itu berjalan dengan baik. Sangat baik malah kalau menurutku, dibandingkan dengan ketika dulu pakai model komponen-komponen jahitan seperti yang ini. Paling-paling yang bikin seneb cuma rakus RAMnya aja yang kadang-kadang sampe makan swap. Urusan spam enak, urusan ngelihat status juga enak, urusan quota juga ndak bikin jungkir balik, pokoknya enak.

Menggunakan zimbra untuk 2000an pengguna dengan menggunakan tiga server terpisah memang lumayan lebay, kayak mau nggoreng satu telor ceplok pakai wajan ukuran 50cm. Tapi ternyata baru-baru ini terasa manfaatnya (minimal pemisahan MTA-nya). Masalah yang kemarin muncul dipicu oleh habisnya disk space yang dulu dialokasikan di awal. Aku sih yang sebenernya salah, kurang perhitungan tentang pertumbuhan jumlah emailnya orang-orang yang bakal pakai. Dari alokasi total 40GB, beberapa hari yang lalu aku dapet email peringatan di angka 84%. Aku sudah cukup ngeri dengan angka segitu. Ndilalah, ternyata partisi yang kupakai untuk itu adalah ext4, yang kebetulan tool yang ada di Ubuntu 10.04 LTS belum mendukung resize partisi ext4. Akhirnya ya terpaksa utak utik dengan cara primitif. Ringkasan jalannya begini:

  1. Hentikan MTA
  2. Matikan server store
  3. Convert qcow2 ke raw
  4. Jalankan truncate jadi 80G
  5. Jalankan store lagi, buat partisi baru
  6. Rename direktori store jadi oldstore
  7. Mount partisi baru ke /opt/zimbra/store
  8. Pindahkan semua file dari oldstore ke store
  9. Matikan store
  10. Convert balik ke qcow2
  11. Nyalakan store
  12. Jalankan kembali MTA

Intinya itu saja sih. Seluruh prosesnya makan waktu hampir 4 jam. Terpisahnya store dengan MTA memberiku cukup ruang untuk menjalankan store secara penuh setelah proses pemindahan file berakhir tanpa perlu ada penambahan email yang baru masuk dari domain lain. Selama proses itu aku bisa tes (quick n dirty) imap dan pop untuk sekedar memastikan bahwa file-file di dalamnya masih lengkap. Queue di MX backup tetap tumbuh, tapi ndak bisa dilempar ke MX primer karena MTAnya mati. Andai saja store dan mta ada di satu server, sulit rasanya melakukan seluruh proses itu sambil tetap menjaga agar tidak ada perubahan file apa pun.

Untuk menghindari keruwetan yang sama, filesystem yang dipilih untuk digunakan di partisi yang baru adalah ext3, sehingga bila memang diperlukan kelak proses resizenya bisa jauh lebih mudah. Pelajaran yang bagiku lebih penting lagi adalah andai mailstore berjalan di server beneran (non-virtual), gimana ya caranya melakukan itu semua remotely?

 

 

Timpalan tulisan

Capung - 3 Feb 2012

klo ak pasti panik duluan, dan langkah pertama pasti kontak enter Kam. jiakakak

 

johny - 17 Jan 2012

Mantabs mas tutornya. Nanti aq diajari yah

 

Timpali tulisan

Nama
Komentar
  [Kode Huruf] Ndak bisa dibaca? klik di sini.
  Tuliskan kode di atas di isian ini:
Seharusnya situs ini kelihatan bagus kalo anda lihat menggunakan layar monitor
Kalau dilihat dari kuku jempol... Ah... Dunia khayal...

Ha? Apa? XHTML? Halah prek! Gelem wacanen, ndak gelem tinggalen :P