<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>Sokam - RSS Lanturan</title>
<link>http://www.sokam.or.id/</link>
<description><![CDATA[Ngelanturnya sokam, hal-hal ndak penting]]></description>
<item>
<title>Buah Keisengan</title>
<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 00:00:00 +0700</pubDate>
<description><![CDATA[Untuk alasan yang cukup konyol (keisengan), beberapa bulan yang lalu aku install zimbra dalam tiga server yang terpisah. Ngikut panduan multi server install yang didapat dari zimbra, satu dipakai untuk <em>Directory Service</em>, kemudian satu dipakai untuk <em>Mail Storage</em> (yang isinya ternyata nggak cuma penyimpenan email), dan satu lagi dipakai untuk <em>MTA</em> (termasuk pop dan imap proxy). Setengah judi, karena memang ada beberapa perangkat seksi di tempat temanku itu, aku pasanglah dua server (dir dan store) dalam bentuk virtual (<a href="http://www.linux-kvm.org/" target="_new" class="biru">KVM</a>), kecuali yang MTA karena memang RAMnya yang ada tidak sebesar yang kuharapkan.]]></description>
<link>http://sokam.or.id/log/556/buah-keisengan</link>
</item>
<item>
<title>Jalan Pesawat Pun Macet</title>
<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
<description><![CDATA[Kebetulan kemarin malam saya sempat mampir ke Bandara Soekarno Hatta. Terpaksa sih, soalnya mau numpang pesawat yang terbang dari Jakarta ke Surabaya. <em>Boarding</em> sekitar lima menit lebih awal dari jadwal, yang entah mengapa rasanya agak aneh. Tumben-tumbenan pesawat malam bisa jalan tepat waktu. Setelah duduk dan ada sambutan peragaan cang-cing-cong, lampu kabin dimatikan, dan bergeraklah pesawat itu menuju landas pacu.]]></description>
<link>http://sokam.or.id/log/555/jalan-pesawat-pun-macet</link>
</item>
<item>
<title>Kenapa Disebut Korban?</title>
<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
<description><![CDATA[Semua pasti tahu bahwa &quot;sesuatu&quot; yang oleh satu pihak disebut sebagai kejahatan boleh jadi dianggap oleh kelompok yang lain sebagai kemuliaan. Definisi tentang apakah itu pemberontakan atau perjuangan tidak lepas begitu saja terhadap siapa yang melihatnya. Di area ini, tentunya tidak mungkin menginterpretasikan suatu kejadian hanya berdasarkan fakta. Motif juga harus dilihat, walau akhirnya anda hanya akan memutuskan untuk melihat kejadian itu sebagai bentuk kecerdasan atau bentuk kebodohan.]]></description>
<link>http://sokam.or.id/log/553/kenapa-disebut-korban</link>
</item>
<item>
<title>Selamat Tinggal, Sobat</title>
<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
<description><![CDATA[Di rumah, buat akses internet senin kemis aku pake Huawei E-960. Lumayan lah buat sekedar baca berita, sedikit chat, yaaa gitu-gitu aja lah. Setelah dipakai agak ngawur selama sekitar setahun, akhirnya barang ini kapok juga. Mungkin aku makenya agak kejem kali ya, memang kalo udah agak ngadat, kalo badannya dipegang krasa agak panas. Ketika lampunya kelap kelip aneh beberapa hari yang lalu krasa kayak ada bau-bau sangit di deket lubang udaranya. Apa emang kebakar beneran? Ya sudahlah.]]></description>
<link>http://sokam.or.id/log/550/selamat-tinggal-sobat</link>
</item>
<item>
<title>Reverse Proxy &amp;mdash; GAGAL!</title>
<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 00:00:00 +0700</pubDate>
<description><![CDATA[Sekitar setahun yang lalu, aku pernah pasang reverse proxy untuk <strong>sedikit</strong> mendongkrak performa dua web yang sudah terprediksi akan mengalami &quot;serbuan akses&quot; pada tanggal X dan Y. Reverse proxy itu pake squid, dan benar-benar dipasang sebagai keisengan belaka, karena sebenarnya perangkat layanan web yang kala itu tersedia yang cukup mewah (baca: spek servernya lumayan <em>dempal</em>) dan banyak, jadi aku bisa bikin tiga server web + dua server database yang seluruhnya bisa bekerja dengan indah. Aplikasinya punya sistem <em>caching</em> yang cukup bagus, begitu pun databasenya. Penambahan sebuah reverse proxy kala itu sekedar dilakukan untuk meningkatkan utilisasi jaringan DRC yang terletak beberapa ratus kilo meter dari pusat jaringan. Kebetulan waktu itu ada jaringan privat yang menghubungkan kedua lokasi itu dengan kecepatan 100 mbps, dan site DRC itu sendiri punya konektivitas internet sekitar 20 mbps. Baru-baru ini dengan kondisi lapangan yang sedikit berbeda, aku mencoba mengulang kembali pasang squid sebagai reverse proxy, dan <strong>gagal</strong>.]]></description>
<link>http://sokam.or.id/log/548/reverse-proxy-mdash-gagal-</link>
</item>
</channel>
</rss>


